Google search engine
BerandaBerita NasionalAsatu Desak Audit Dapur MBG Bulukumba, Dugaan Ayam Mentah pada Menu Balita...

Asatu Desak Audit Dapur MBG Bulukumba, Dugaan Ayam Mentah pada Menu Balita Dinilai Alarm Serius

Infosiberindonesia.com-Bulukumba – Dugaan ditemukannya daging ayam yang masih mentah dan berdarah dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) B3 di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, memicu kekhawatiran publik sekaligus sorotan dari Aktivis Asatu, Ikar Aenul Ma’arif.
Temuan tersebut bermula ketika seorang orang tua balita memeriksa makanan yang diterima anaknya sebelum dikonsumsi. Saat membuka bagian dalam potongan ayam, ia mendapati kondisi daging yang diduga belum matang sempurna dan masih mengandung darah.
“Kalau tidak saya cek dulu, mungkin sudah dimakan anak saya. Setelah saya lihat bagian dalamnya masih berdarah, saya langsung tidak jadi memberikannya,” ujar orang tua balita tersebut.
Aktivis Asatu, Ikar Aenul Ma’arif, menilai dugaan tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak justru tidak boleh menyisakan potensi risiko kesehatan akibat lemahnya pengawasan terhadap kualitas makanan.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis dapur. Ini menyangkut keselamatan balita yang menjadi kelompok paling rentan. Setiap makanan yang didistribusikan harus dipastikan aman dan layak konsumsi,” tegas Ikar.
Ia mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyiapkan makanan tersebut.
Menurut Ikar, langkah cepat sangat diperlukan untuk memastikan apakah dugaan ayam mentah itu merupakan kelalaian dalam proses memasak, lemahnya pengawasan mutu, atau adanya kesalahan dalam mekanisme distribusi makanan.
Lebih jauh, ia menyayangkan belum adanya penjelasan resmi dari pihak Korwil MBG Bulukumba di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah keterbukaan informasi. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada persoalan yang sengaja dibiarkan tanpa penjelasan. Korwil MBG harus hadir memberikan klarifikasi kepada publik,” ujarnya.
Ikar menegaskan, diamnya pihak yang bertanggung jawab hanya akan memperbesar spekulasi dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Program MBG adalah program yang baik dan harus didukung. Namun dukungan publik hanya akan terjaga jika pelaksanaannya dilakukan secara profesional, transparan, dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat,” katanya.
Ia juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur SPPG, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil MBG Bulukumba yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan adanya menu ayam yang masih mentah dan berdarah tersebut.
Asatu berharap investigasi segera dilakukan secara terbuka dan objektif. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab diminta untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru menghadirkan risiko kesehatan akibat lemahnya kontrol kualitas makanan,” pungkas Ikar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments