Google search engine
BerandaBerita NasionalSOROTAN TAJAM PROYEK MEGA BELUNGGUK POINT: Mengurai Aktor Intelektual hingga Jejak Petinggi...

SOROTAN TAJAM PROYEK MEGA BELUNGGUK POINT: Mengurai Aktor Intelektual hingga Jejak Petinggi Daerah dalam Bidikan KPK

Infosiberindonesia.com BENGKULU,18 Agustus 2026 – Kasus dugaan penyimpangan anggaran proyek beautification Belungguk Point senilai Rp10,8 miliar lebih di sepanjang Jalan S. Parman kini berada di puncak ketegangan. Skandal yang menyedot perhatian luas masyarakat Kota Bengkulu ini tak lagi sekadar isu penggelembungan harga (mark-up) pemasangan lantai dan ornamen lampu, melainkan telah berkembang menjadi perburuan sistematis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jaringan pengondisian proyek dan dugaan ijon anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Langkah maraton penyidik antirasuah beberapa pekan terakhir mengindikasikan bahwa KPK tidak akan berhenti pada pejabat teknis tingkat bawah, melainkan menyasar pembuat kebijakan utama.

 

Pencetus Kebijakan dan Aktor Intelektual Proyek

Secara historis, proyek penataan wajah kota di kawasan Jalan S. Parman digagas pada masa kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi sebagai salah satu program prioritas penataan estetika kota. Namun dalam perjalanannya, eksekusi anggaran serta pelaksanaan teknis di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu dinilai publik sangat tidak sepadan dengan besaran dana publik yang digelontorkan.

 

Penyidikan KPK kian benderang setelah tim penyidik melakukan serangkaian penggeledahan krusial:

• Penyitaan Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR: Penggeledahan di kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, berbuah penyitaan uang tunai fantastis senilai Rp4 miliar yang diduga berkaitan erat dengan praktik suap dan ijon proyek

• Penggeledahan Rumah Petinggi Daerah: Tak berhenti di situ, penyidik KPK menggeledah kediaman mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Bengkulu, Arif Gunadi, dan menyita koper berisi dokumen penting

• Sasar Pejabat Teknis dan Legislatif: Rumah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Hendra Okta hingga sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu turut disisir guna mendalami aliran komitmen fee.

 

Sorotan Tajam Ketum Ormas OMBB & Warga

Ketua Umum Ormas Ormas Maju Bersama Bengkulu (OMBB) M.Diamin bersama aliansi warga memberikan sorotan tajam terkait kejanggalan proyek ini serta aksi maraton Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK):

• Keterkaitan Penggeledahan Pejabat PUPR: OMBB menyoroti secara khusus aksi penggeledahan KPK di kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, serta pejabat fungsional selaku PPTK proyek Belungguk Point, Hendra Okta. Penyitaan belasan koper dokumen serta uang tunai miliaran rupiah dari rumah Kadis PUPR menguatkan dugaan publik bahwa penggeledahan ini memiliki keterkaitan erat dengan sengkarut proyek Belungguk Point dan skema komitmen fee proyek fisik lainnya.

• Alokasi Anggaran Irrasional: Ketum OMBB menyayangkan anggaran jumbo sebesar Rp10,8 miliar habis hanya untuk membuat penataan taman, trotoar, dan ornamen lampu penerangan. Pihaknya menegaskan, jika dana belasan miliar tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan atau fasilitas publik vital lainnya, manfaatnya akan jauh lebih nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

• Dukungan Tuntas Tanpa Pandang Bulu: OMBB menyatakan mendukung penuh KPK untuk menindak tegas seluruh pelaku korupsi. Pihaknya mendesak lembaga antirasuah tidak hanya berhenti pada penindakan pejabat teknis di tingkat bawahan (seperti PPTK atau Kabid), melainkan membongkar hingga ke aktor utama dan dalang di balik perancangan serta pengondisian proyek tersebut.

 

Akankah KPK Berani Tuntas hingga Akar-Akarnya?

Keraguan publik mengenai kemungkinan kasus ini “masuk angin” atau berhenti di tengah jalan dijawab KPK lewat tindakan agresif di lapangan. Penemuan uang tunai miliaran rupiah di tingkat kepala dinas serta penyitaan ber koper-koper dokumen dari pejabat eksekutif membuktikan bahwa penyidik tengah merangkai benang merah dari tingkatan pelaksana (operator) menuju aktor intelektual (mastermind).

 

Publik Kota Bengkulu kini menegaskan sikap untuk terus mengawal penuh langkah KPK. Masyarakat menuntut agar seluruh pihak yang menikmati “bancakan” uang rakyat di balik gemerlap lampu Belungguk Point diseret ke pengadilan tanpa pandang bulu.

 

Pewarta(ad)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments