
Infosiberindonesia.com1-Tujuan mendeteksi risiko preeklampsia pada ibu hamil adalah untuk:*1*Mengidentifikasi ibu hamil berisiko*: Menentukan ibu hamil yang memiliki faktor risiko preeklampsia sehingga dapat dilakukan pengawasan lebih ketat.
2. *Mencegah komplikasi*: Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin, sehingga deteksi dini dan intervensi dapat membantu mencegah atau mengurangi komplikasi.
3. *Meningkatkan keselamatan ibu dan janin*: Dengan deteksi dan intervensi yang tepat, dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan ibu dan janin.
Intervensi untuk preeklampsia dapat meliputi:
1. *Pengawasan ketat*: Pemantauan tekanan darah, proteinuria, dan kondisi ibu hamil lainnya.
2. *Pengobatan*: Penggunaan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah kejang (eklampsia).
3. *Pemberian aspirin dosis rendah*: Pada beberapa kasus, aspirin dosis rendah dapat digunakan untuk pencegahan preeklampsia pada ibu hamil berisiko tinggi.
4. *Perencanaan persalinan*: Keputusan tentang waktu dan cara persalinan dapat dibuat berdasarkan kondisi ibu dan janin.
1 pemeriksaann BB.TB.LP.LILA, TD
2 skrining TT / imunisasi TT
3 skrining jiwa
4 skrining pre eklampsi
5 pemeriksaan LAB ( Hb. Urin.gds.triple eliminasi)
6 pemantauan Buku Kia
7 penyuluhan kelas ibu hamil
* materi buku KIA
* materi persiapan persalinan
* materi BPJS ibu hamil
* materi persalinan poned dan IUD
* materi promkes mm,s plus ttd
8 USG
Penanggung jawab kepala puskesmas Bagendit
1 dr tansa tamia ( dr umum)
2 drg fetty ( dokter gigi )
3 bidan inka Iskandar ( bidan kordinator)
4 bidan Reni siswanti ( korim imunisasi)
5 bidan euis ( bidan desa karya sari)
6 bidan wini
7 bidan kokom
8 bidan Rani
9 bidan Ari
10 Gita augista ( promkes)
11 farida ( petugas Lab)
12 Tim RSU intan husada
Deteksi dan penanganan preeklampsia biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter spesialis obstetri dan ginekologi.


