Google search engine
BerandaBerita NasionalGCC Gemakan Ramadan di Marisa: Pasar Malam Hoya-Hoya Jadi Motor Ekonomi dan...

GCC Gemakan Ramadan di Marisa: Pasar Malam Hoya-Hoya Jadi Motor Ekonomi dan Pusat Keceriaan Warga Pohuwato

Infosiberindonesia.com-POHUWATO, GORONTALO – Terminal Marisa di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, berubah wajah sejak 27 Februari 2026. Cahaya lampu warna-warni menari di antara deretan lapak, aroma takjil menyeruak di udara, dan tawa anak-anak bersahut-sahutan memecah malam Ramadan. Semua berpadu dalam satu nama: Ganteng-ganteng Ceria (GCC) dengan pasar malam “Hoya-hoya”-nya.

Inisiatif yang digagas pimpinan GCC, Mito, itu tak sekadar menghadirkan keramaian. Ia menyebut pasar malam sebagai ruang kebersamaan sekaligus langkah konkret menggerakkan ekonomi rakyat.

“Ramadan harus terasa hidup. Kami ingin masyarakat tidak hanya beribadah dengan khusyuk, tetapi juga merasakan kebersamaan dan manfaat ekonomi. Di sini tersedia berbagai kebutuhan warga, dari kuliner berbuka puasa, busana muslim, aksesoris, hingga wahana permainan anak,” ujar Mito.

Setiap malam, warga Marisa dan sekitarnya tumpah ruah memadati lokasi. Stand-stand UMKM lokal berjajar rapi, menawarkan aneka kue tradisional, minuman segar, makanan siap saji, hingga perlengkapan rumah tangga. Di sudut lain, wahana permainan sederhana dan hiburan rakyat menghadirkan suasana meriah yang membuat anak-anak tak ingin cepat pulang.

Dampaknya terasa nyata. Para pedagang mengaku omzet mereka meningkat signifikan. Perputaran uang di sekitar terminal pun semakin dinamis, membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan ekonomi.

Ketua Laskar Macan Asia Provinsi Gorontalo, Kamaruddin Kasim, memberikan apresiasi atas langkah GCC. Menurutnya, pasar malam Hoya-hoya bukan hanya perayaan Ramadan, melainkan gerakan sosial yang memberi efek langsung bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi GCC. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang bagi UMKM untuk tumbuh. Dampaknya terasa bagi pedagang, masyarakat, bahkan bagi geliat ekonomi daerah,” ungkap Kamaruddin, Selasa (3/3/2026).

Di bawah langit Ramadan, diiringi lantunan ayat suci dari masjid sekitar, pasar malam Hoya-hoya menjelma menjadi simbol harapan. Ia menghadirkan haru, kegembiraan, sekaligus denyut ekonomi yang kembali berdetak kuat.

Bagi warga Marisa, pasar malam ini lebih dari sekadar tempat belanja. Ia menjadi ruang temu, tempat terciptanya kenangan masa kecil, dan bukti bahwa Ramadan adalah tentang berbagi kebahagiaan.

Melalui kreativitas dan kepedulian sosialnya, GCC sukses menjadikan Terminal Marisa bukan hanya titik singgah kendaraan, tetapi pusat keceriaan dan kebangkitan ekonomi masyarakat Pohuwato di bulan penuh berkah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments