Infosiberindonesia.com KEPAHIANG — Puluhan warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, menyaksikan langsung proses rekonstruksi kasus pembunuhan yang digelar Polres Kepahiang pada Kamis, 17 September 2026. Tersangka WH (30) dihadirkan untuk memperagakan ulang detik-detik tragis tewasnya lansia Agus Salim (70).
KRONOLOGI PERISTIWA
Pukul 23.00–23.14 WIB | Jumat, 4 September 2026
Korban Agus Salim (70) mendatangi konter milik tersangka WH (30), tetangganya sendiri yang berprofesi sebagai agen BRILink
Terjadi percakapan. Korban menyinggung soal tersangka yang belum memiliki rumah dan menyarankannya mencari pekerjaan lebih layak. Ucapan ini memicu amarah tersangka
– Saat korban berbalik pulang, tersangka dari belakang mencekik leher korban menggunakan kabel, lalu menghantam kepala korban dengan batu besar berkali-kali hingga korban tak bernyawa
Sekira Pukul 23.30 WIB
– Tersangka menyeret jasad korban sejauh ±100 meter dan membuangnya ke dalam saluran irigasi/siring di belakang permukiman warga untuk menutupi jejak kejahatan
– Tersangka juga mengambil kartu ATM, buku rekening, dan ponsel korban — ternyata tersangka telah menghabiskan uang titipan korban sebesar Rp10 juta untuk bermain judi online dan takut ketahuan
Pukul 06.00 WIB | Sabtu, 5 September 2026
– Jasad korban ditemukan warga di dalam saluran irigasi. Awalnya diduga kecelakaan jatuh, namun keluarga curiga melihat luka di kepala
– Ironisnya, WH ikut membantu mengangkat jenazah dan ikut takziah, berpura-pura berduka di hadapan warga
Minggu, 6 September 2026 | Kurang dari 36 Jam
– Tim gabungan URC Elang Jupi Satreskrim Polres Kepahiang + Jatanras Polda Bengkulu berhasil mengamankan WH di kediamannya tanpa perlawanan
– Polisi mengantongi bukti rekaman CCTV yang merekam aksi kekerasan tersebut
– ATM korban ditemukan tersembunyi di bawah karpet rumah tersangka
Kamis, 17 September 2026 | Rekonstruksi
– Polisi gelar reka adegan di dua lokasi: konter tersangka dan lokasi penemuan jasad. Tersangka memperagakan ulang perbuatannya, didampingi 4 saksi dan dikawal ketat aparat
– Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama: “Rekonstruksi digelar untuk memastikan kronologi dan rangkaian peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.”
Pewarta Endang Susianti wartawan provinsi


