Google search engine
BerandaBerita NasionalAksi Damai KMF di Polres Benteng Tuntut Restorative Justice Nardi, Keputusan Final...

Aksi Damai KMF di Polres Benteng Tuntut Restorative Justice Nardi, Keputusan Final Ditunggu Rabu Siang

Infosiberindonesia.com-BENGKULU TENGAH,22 September 2026 — Gelombang aksi solidaritas pecah di markas Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Tengah, Polda Bengkulu, Selasa (22/9/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Media dan Forum (KMF)—aliansi gabungan media pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Provinsi Bengkulu—menggelar aksi damai sejak pukul 10.00 WIB.
Aksi ini dipicu oleh Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Nardi, seorang wartawan media online di wilayah Bengkulu Tengah, atas dugaan pemerasan senilai Rp1.500.000 terhadap Meki, pemilik toko bangunan terkait pekerjaan proyek bedah rumah.

Menuntut Keadilan dan Restorative Justice
Dalam aksinya, KMF mendesak pihak pelapor (Meki) untuk membuka jalan perdamaian. Massa juga meminta Kapolres Bengkulu Tengah memfasilitasi penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice (RJ) agar Nardi dapat dibebaskan sepenuhnya, bukan sekadar penangguhan penahanan yang berpotensi melanggengkan proses hukum.
“Jangan sampai hanya karena uang 1,5 juta rupiah, anak dan istri Nardi menjadi sengsara karena kehilangan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung mencari nafkah,” ujar salah satu perwakilan massa aksi di lokasi.

Rekan-rekan KMF yang mewakili anak, istri, dan keluarga Nardi sangat berharap agar hati Saudara Meki terketuk untuk memberikan jalan perdamaian secara ikhlas. Mereka menekankan bahwa tuntutan utama keluarga adalah kebebasan murni yang terlepas penuh dari jerat hukum, bukan sekadar penangguhan penahanan.
Sempat Buntu meski Diterima Baik Kapolres
Aksi yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB tersebut sempat menemui jalan buntu. Meski diterima secara langsung dan kooperatif oleh Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., beserta jajaran pejabat utamanya, belum ada keputusan final yang memuaskan massa aksi.
Kekecewaan meluap dari berbagai perwakilan lembaga dan organisasi pers yang hadir, di antaranya Ketua Umum OMBB, Ketua APPI, Ketua IWO, serta pimpinan pers dan lembaga LSM berbagai daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
Kemitraan Strategis dan Penegasan Solidaritas
Dalam kesempatan tersebut, KMF turut menegaskan bahwa media, LSM, dan Ormas pada dasarnya merupakan mitra strategis bagi aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Bengkulu Tengah.

KMF menekankan pentingnya hubungan kemitraan yang harmonis dan saling mendukung, bukan sebagai lawan, tidak saling menyudutkan, apalagi saling mendiskriminasi dalam menjalankan peran masing-masing di tengah masyarakat.
Informasi terbaru yang diterima massa menyebutkan bahwa keputusan terkait nasib permohonan tersebut akan disampaikan selambat-lambatnya pada Rabu (23/9) pukul 14.00 WIB.

KMF menegaskan bahwa kasus ini menjadi alarm keras bagi insan pers, LSM, dan Ormas di Provinsi Bengkulu yang dinilai kerap menjadi sasaran empuk jeratan pasal pemerasan. Aksi perdana ini menjadi simbol bahwa solidaritas lintas media dan lembaga di Bengkulu kini makin solid dan siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

Pewarta(ad)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments